Kesemutan atau yang sering disebut sebagai paresthesia dalam ilmu kedokteran merupakan sebuah keadaan pada permukaan tubuh tertentu (misalkan kaki, tangan, lengan, dan lain-lain) yang tidak dipicu oleh rangsangan dari luar. Kesemutan dapat didefinisikan juga sebagai sensasi rasa dingin dan/atau panas pada suatu bagian tubuh tertentu. Secara umum, parasetia timbul jika terjadi iritasi pada saraf.

Parasetia juga dapat terjadi karena aliran darah tidak lancar atau terjadinya pelemahan saraf yang biasa dikenal sebagai neuropati dalam ilmu kedokteran. Berikut ini kami akan membahas beberapa penyebab kesemutan. Kesemutan pada umumnya dibagi menjadi dua, yang bersifat sementara dan yang bersifat kelanjutan.

Jika anda mengalami parastesia atau kesemutan sementara, mungkin terjadi karena ada anggota tubuh yang mengalami tekanan dalam waktu lama misalnya anda duduk sila berjam-jam tanpa bergerak. Aktivitas tersebut akan menyebabkan aliran darah ke saraf pada daerah tersebut menjadi terhambat.

Loading...

Contoh lain dari paresthesia adalah ketika anda tidur dengan posisi menindih lengan pada waktu yang berjam-jam, mestinya anda merasakan sensasi kesemutan, selain itu paresthesia juga akan dirasakan pada seseorang yang keseringan memakai sepatu berukuran kecil. Sesuai dengan sifatnya yang bersifat sementara, kondisi ini dapat sembuh atau mereda namun membutuhkan jangka waktu yang lumayan lama.

Bagaimana caranya? Anda tinggal membebaskan area yang tertekan atau tertindih, misalnya meluruskan kaki setelah duduk bersila berjam-jam atau memindahkan dan melepaskan tangan yang tertindih ketika terbangun dari tidur. Dengan cara tersebut, tekanan akan berkurang dan aliran darah akan kembali lancar.


Loading...

Penyebab kesemutan yang bersifat sementara tidak hanya karena tekanan, bisa saja disebabkan oleh dehidrasi (Dehidrasi adalah gangguan dalam keseimbangan cairan pada tubuh manusia karena pengeluaran cairan lebih banyak dari pemasukan cairannya) dan hiperventilasi (Hiperventilasi adalah aktivitas bernafas seseorang menghirup dan mengembuskan napas dengan cepat).

Selain dehidrasi dan hiperventilasi, penyebab lainnya adalah suatu penyakit yang memengaruhi aliran darah ke area tertentu dalam tubuh misalnya tangan dan kaki atau disebut sebagai penyakit Raynaud. Biasanya penyakit ini kerap menyerang tubuh yang stress, kedinginan, dan gelisah. Jika anda mengalami kesemutan yang bersifat sementara, jangan khawatir karena itu tidak berbahaya.

Sebaliknya, yang perlu anda waspadai adalah apabila anda mengalami kesemutan yang bersifat berkepanjangan. Paresthesia yang bersifat berkepanjangan umumnya berhubungan dengan kondisi kesehatan seseorang, misalkan bisa dikarenakan orang tersebut menderita penyakit diabetes, liver atau penyakit hati, mempunyai riwayat gangguan ginjal, stroke, kanker, tumor, ketidakseimbangan hormone, sindrom lorong karpal, skloris ganda, dan penyakit lainnya.

Jangan salah lho, ternyata apabila anda mengkonsumsi obat-obatan, jangan lupa untuk membaca efek samping yang ditimbulkan obatnya karena tidak menutup kemungkinan obat tersebut akan memicu terjadinya paresthesia. Biasanya obat-obatan yang berefek samping paresthesia adalah obat kanker limfoma, obat kanker payudara, antibiotic, dan obat-obatan lainnya. Seorang pecandu minuman keras juga akan mudah terserang parastesia yang bersifat berkepanjangan.

Sangat banyak sekali penyebab kesemutan yang bersifat berkepanjangan, jika anda teracuni oleh obat beracun seperti merkuri, talium, timbal, arsen, dan bahan kimia lainnya juga dapat membuat anda merasa kesemutan. Pola makan yang buruk dan kekurangan vitamin B12 juga dapat memicu paresthesia yang berkepanjangan. Maka dari itu, mulai sekarang baiknya anda menjaga pola makan yang buruk, aktivitas yang memicu parastesia, dan mulailah hidup sehat dari sekarang! Sekian informasi yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat!


Loading...
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here