Kutek kuku adalah bentuk dukungan kecantikan wanita, sehingga tidak diperhatikan bahan apa yang menjadikan cat kuku itu dipakai dan menghiasi jari kuku hingga cantik dan menarik perhatian orang. Banyak wanita yang suka melukus kuku mereka, bagi yang muslim biasanya pakai kutek di saat sedang haid.

Tapi tahukah kamu, ada efek negatif dari kutek kuku jika dipoles pada kuku atau badan, percaya atau tidak, hal itu akan berdampak buruk pada kesehatan kamu.

Loading...

Kutek terdiri dari sekumpulan bahan kimia beracun yang dapat merusak kuku dan kesehatan. Toulena adalah pelarut, yang berarti zat kimia yang melarutkan bahan kimia lainnya. Ini fungsinya membuat kuku menjadi lebih terlihat halus dan menjaga warna sepanjang waktu.

Toluena sebenarnya bisa diketahui menyebabkan berbagai gangguan reproduksi serta berdampak pada sistem saraf pusat kita. Ini akan menyebabkan sakit kepala, pingsan, lemas, dan mual.


Loading...

Sekarang ke formaldehida, gas tak berwarna yang fungsinya melindungi warna kutek. Bagi Anda yang memiliki alergi, formaldehida dapat meningkatkan dermatitis dan luka bakar kimia.

Pada nada yang lebih serius lagi, formaldehida dapat menyebabkan kelainan pada irama jantung dan menimbulkan kejang. Ini juga telah dikaitkan dengan kanker.

Dibutyl phosphate bertanggung jawab atas bau cat kuku yang mengerikan. Komponen ini bisa menyebabkan penyakit ginekologi, penyakit saluran pernafasan serta kelainan endokrin.

Faktanya, seorang ilmuwan studi menunjukkan peningkatan jumlah fosfat dibutil di kalangan wanita yang melukis kuku mereka 6 jam sebelum diuji.

Dibutyl phosphate berasal dari triphenyl phosphate, sebuah produk dari proses metabolisme tubuh Anda. Bahan kimia yang dibuat untuk mencerna makanan memiliki fungsi yang sangat kuat. Sekarang bayangkan menempatkan bahan kimia itu pada kuku Anda.

Hanya 10 jam setelah percobaan, wanita tersebut memiliki 7 kali di atas kadar difenil fosfat normal di tubuh mereka.

Last but not least, kapur barus adalah zat wangi yang ditemukan di cat kuku yang juga menyebabkan mual, pusing, dan sakit kepala.

Ini tidak berarti Anda harus berhenti menggunakan cat kuku sama sekali. Beberapa kutek masih aman dipakai.

Lain kali Anda menjalankan cat kuku, periksa kemasan dan labelnya. Carilah tanda “3-Free” pada botol, yang menunjukkan bahwa cat kuku bebas dari toluena, formaldehid atau Dibutyl phosphate.

Produk “5-free” lebih baik karena tidak mengandung bahan kimia, dan turunannya atau kapur barus.

Ingatlah hal-hal ini saat Anda membeli cat kuku dan mencari alternatif yang lebih sehat. Ketika menyangkut kesehatan Anda, warna cat kuku Anda tidak akan menjadi prioritas utama lagi.


Loading...
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here