Pernahkah anda mendengar istilah anemia? Tahukah anda apa itu penyakit anemia? Penyakit anemia merupakan suatu kondisi tubuh yang terjadi saat sel-sel darah merah atau eritrosit dan atau Hemoglobin (Hb) yang sehat yang berada dalam darah namun dalam kondisu di bawah nilai normal, dalam arti lain anemia merupakan keadaan kurang darah yang terjadi pada diri seseorang.

Penyakit jenis ini merupakan suatu penyakit yang sering terjadi pada masyarakat baik pria maupun wanita. Hemoglobin merupakan bagian yang paling utama dari sel darah merah yang memiliki fungsi untuk mengikat oksigen.

Loading...

Saat seseorang kekurangan sel darah merah atau mungkin haemoglobin yang normal, maka sel-sel yang ada dalam tubuh tidak akan bisa untuk mendapatkan jumlah oksigen yang cukup, akibtanya yaitu muncullah gejala anemia.

Gejala anemia berupa misalnya lemah dan lesu, hal ini terjadi diakibatkan organ-organ yang tidak mendapatkan apa yang mereka perlukan atau butuhkan guna agar dapat berfungsi dengan baik, yaitu oksigen.

Penyakit anemia ini lebih dikenal dalam kalangan masyarakat dengan istilah kekurangan darah atau kurang darah. Meskipun demikian, masih banyak masyarakat yang salah mengartikan bahwa kurang darah sama saja dengan darah rendah.

Kurang darah atau anemia sendiri tentunya berbeda dengan darah rendah. Mengapa demikian? Darah rendah merupakan suatu kondisi rendahnya tekanan darah, sedangkan anemia merupakan kurangnya sel darah merah atau haemoglobin.

Lalu apa sebenarnya penyebab anemia? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Penyebab seseorang mengidap anemia atau kurang darah

Sebenarnya ada banyak sekali penyebab seseorang terkena anemia, hal ini berdasarkan dengan jenis anemiannya.

Anemia sendiri sebenarnya memiliki lebih dari 400 jenis anemia, namun secara garis besar maka anemia hanya dibagi menjadi tiga kelompok yaitu :

  1. Anemia yang disebabkan karena kehilangan darah.
  2. Anemia yang disebabkan karena adanya kerusakan sel darah merah.
  3. Anemia yang disebabkan karena adanya penurunan prosuksi sel darah merah.

Untuk mengetahui lebih detail, berikut ini akan dipaparkan satu persatu mengenai jenis anemia

  1. Anemia yang disebabkan karena kehilangan darah

Pada dasarnya, sel darah merah dapat menghilang saat seseorang mengeluarkan darah atau saat berdarah yang dikarenakan oleh sebab apapun misalnya saja kecelakaan, terluka dan berbagai faktor yang lain.

Namun, pendarahan dapat trjadi secara perlahan-lahan dalam kurun waktu yang terbilang panjang, serta ada saatnya tidak terdeteksi. Hal ini disebut juga dengan pendarahan kronis. Pendarahan kronis pada umumnya disebabkan oleh :

  • Ada penyakit pencernaan seperti misalnya maag, gastritis atau radang lambung, wasir, dan juga kanker.
  • Penggunaan obat yang bersifat anti-inflamasi atau OAINS seperti misalnya aspirin serta ibuprofen, sehingga dapat mneyebabkan gastritis serta oerdarahan saluran cerna.
  • Seseorang yang sedang mengalami menstruasi atau melahirkan (bagi kaum wanita), terutama saat pendarahan menstruasi yang terjadi berlebihan.
  1. Anemia yang disebabkan karena adanya kerusakan sel darah merah

Saat sel-sel darah merah merapuh serta tidak dapat untuk menahan setres rutin dari sistem peredaran darah, maka dapat menjadi pecah secara premature, hal ini menyebabkan anemia hemolitik.

Anemia hemolitik ini dapat hadir pada saat lahir maupun berkembang kemudian. Tidak jarang anemia jenis ini sering tidak diketahui penyebabnya. Namun, penyebab anemia hemolitik yang telah diketahui adalah sebagai berikut :

  • Sustu kondisi yang diwariskan atau diturunkan, seperti misalnya anemia sel sabit serta anemua talasemia.
  • Stress seperti misalnya infeksi, racun ular atau laba-laba, obat-obatan, atau jenis makanan tertentu.
  • Racun yang berasal dari penyakit hati lanjut atau liver kronis serta penyakit ginjal.
  • Serangan yang tidak tepat yang terjadi oleh sistem kekebalan tubuh, hal ini disebut sebagai penyakit hemolitik pada seorang bayi yang baru lahir, saat itu terjadi pada saat janin yang dikandung oleh wanit hamil.
  • Cangkok vascular, luka bakar parah, katup jantung pristetik, paparan bahan kimia, tumor, hipertensi berat, serta gangguan pembekuan darah.
  • Pada kasus yang sangat jarang terjadi yaitu adanya pembesaran limpa yang dapat menjebak sel darah merah serta kemudian menghancurkan mereka sebelum waktunya beredar habis.
  1. Anemia yang disebabkan karena adanya penurunan prosuksi sel darah merah.

Penyebab anemia jenis ini yaitu kkeurangan vitamin B12 dan asam folat, anemia sel sabit, anemia defisiensi besi, masalah sumsum tulang serta stem cell, dan kondisi kesehatan yang lain.

Faktor resiko jika seseorang mengalami anemia

BACA JUGA  Tips Hidup Sehat yang Mudah Dilakukan

Berikut ini merupakan jenis oramg yang berpeluang terkena penyakit anemia atau kurang darah

  1. Seseorang yang kekurangan vitamin yaitu kekurangan zat besi, kurang vitamin B12 serta asam folat sehingga menyebabkan meningkatnya resiko anemia.
  2. Seseorang dengan gangguan usus. Gangguan usus ini akan mengganggu penyerapan nutrisi, seperti misalnya penyakit Crohn serta penyakit celiac, hal ini mengakibatkan meningkatnya resiko terkena anemia.
  3. Wanita yang sedang menstruasi juga memiliki rresiko terkena anemia yang lebih besar jika dibandingkan dengan laki-laki atau wanita yang dalam golongan pascamenopause, hal ini dikarenakan menstruasi menyebabkan hilangnya sel darah merah.
  4. Ibu yang sedang dalam masa kehamilan juga memiliki resiko anemia dengan kekurangan zat besi, hal ini dikarenakan zat besi harus selalu melayani peningkatan volume darah dan juga pembentukan haemoglobin pada janin.
  5. Seseorang yang memiliki penyakit kronis juga beresiko terkena anemia, penyakit kronis yang dimaksud yaitu gagal ginjal atau hati, kanker, serta berbagai jenis penyakit kronis yang lain. anaemia jenis ini biasanya disebut dengan anemia defisisensi besi.
  6. Seseorang yang emmiliki riwayat keluarga yang memiliki penyakit anaemia misalnya anemia sel sabit juga sangat beresiko terkena penyakit anemia.

Ciri-cori atau gejala anemia (kurang darah)

BACA JUGA  Cara Tokcer Kecilkan Perut Buncit dalam Seminggu (Turun 7 Kg)

Saat seseorang mengalami anemia pada umumnya akan memiliki ciri-ciri yang nampak yaitu terlihat sangat pucat serta berbagai gejala anemia yang lain, seperti misalnya :

  1. Mudah merasakan kelelahan
  2. Merasa lemah serta sangat capek
  3. Mudah merasakan ngantuk
  4. Sering merasakan sakit kepala
  5. Merasa tangan dan kakinya dingin
  6. Mudah pingsan
  7. Merasa pusing, terutama saat orang tersebut sedang berdiri
  8. Merasakan sesak nafas, terutama saat sedang melakukan aktivitas
  9. Detak jantung terasa begitu cepat atau jantungya berdebar, terutama saat ia melakukan aktivitas
  10. Merasakan nyeri pada bagian dada
  11. Terjadinya penurunan konsentrasi serta daya ingat

Namun, pada dasarnya gejala anemia tekadang tidak jelas, misalnya saja pada anak muda yang terlihat sehat secara fisik namun sebenarnya tingkat haemoglobin bisa jatuh dengan nilai yang secara signifikan tanpa dengan menunjukkan gejala anemia sama sekali.

Bahkan ada kasus gejala anemia ini dapat berkembang secara perlahan selama beberapa bulan atau mungkin beberapa tahun.

Cara mengatasi anemia

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa salah satu faktor yang menyebabkan seseorang mengalami anemia adalah karena kekurangan vitamin yaitu kekurangan zat besi, kurang vitamin B12 serta asam folat.

Disamping itu, hal ini dapat diatasi dengan mengkonsumsi neurobion. Neurobion ini bertugas untuk membentuk sel darah merah sehingga anda tidak akan mengalami kekurangan sel darah merah atau anemia.

BAGIKAN