Seorang perempuan asal Cina mengalami luka bakar di kulit kepalanya setelah mengecat rambutnya empat kali di sebuah salon. Parahnya, akibat luka bakar yang ia alami, ia terpaksa menggunduli kepalanya.

Peristiwa ini terjadi di Deyangm, Provinsi Sichuan, Cina awal bulan lalu. Perempuan bernama Deng ini awalnya mendatangi salon tersebut untuk mengecat rambutnya dengan warna hijau tua.

Proses pewarnaan rambut berlangsung selama tujuh jam dan empat kali pengecatan, demikian dilansir World of Buzz. Si penata rambut mengatakan, warna hijau rambutnya belum rata pada proses pewarnaan pertama dan harus diulang lagi.

Loading...

Saat itulah, Deng mulai merasakan sensasi terbakar di kulit kepalanya. Namun, si penata rambut mengatakan itu hal yang lumrah terjadi pada proses pewarnaan dan menyuruh si pelanggannya untuk menahan rasa tersebut.

BACA JUGA  Salut! Mahasiswi Ini Selamatkan Tesisnya Dari Perampok

Setelah itu, penata rambut melakukan proses pewarnaan ketiga. Deng mengeluhkan kulit kepalanya terasa sakit dan mengatakan mungkin ada yang tidak beres pada cat yang dipakai.

Namun, keluhannya tak juga diindahkan. Si penata rambut melanjutkan pewarnaan.

Yang ditakutkan pun akhirnya terjadi. Alih-alih berwarna hijau tua, rambut Deng menjadi berwarna hijau apel.

Tapi si penata rambut mengatakan, perubahan warna itu wajar karena sifat dari brand cat pewarna itu sendiri.

Rambut Deng pun diwarnai untuk keempat kalinya. Saat itulah, Deng merasakan sakit yang teramat sangat, sampai-sampai ia mengeluarkan air mata.

Si penata rambut masih saja tenang. Ia mengatakan, rasa sakit itu biasa dan akan segera hilang.

Deng pun tak tahan lagi. Ia menelepon putrinya untuk segera menjemputnya di salon.

Si penata rambut pun akhirnya tersadar. Ia mulai menyadari, ada yang tak beres.

BACA JUGA  Bikin Malu! Video Setya Novanto Ketiduran saat Rapat DPR

Ia cepat-cepat membantu Deng untuk mencuci rambutnya. Deng lantas dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat.

Dokter kulit di rumah sakit menyatakan Deng mengalami reaksi alergi terhadap cat rambut itu dan kulit kepalanya mengalami luka bakar akibat zat kimia. Deng pun dihadapkan pada pilihan sulit, mempertahankan rambutnya dengan risiko adanya sisa cat yang bisa memicu kerusakan kulit lebih parah, atau menggunduli kepalanya.

Ia pun mengambil pilihan kedua. Ia pun harus dirawat lima hari di rumah sakit.

Deng pun menuntut pihak rumah sakit dan meminta kompensasi untuk biaya pengobatan yang mencapai 60 ribu Yuan atau setara Rp121 juta. Si penata rambut mengaku baru kali ini mengalami insiden selama itu selama kariernya. Ia sepakat membayar biaya pengobatan Deng sebesar 2.600 Yuan (Rp5,2 juta) (Asia One)