Cara mendidik anak yang baik dan benar memegang peran penting bagaimana si anak tumbuh dewasa dan berkembang. Ada berbagai cara dan metode untuk melakukan itu, asal dijalanin dengan benar dan disiplin.

Kehadiran anak dalam rumah tangga menjadi anugerah yang tidak ternilai harganya. Anak menjadi kebanggaan sekaligus memegang peran penting untuk meneruskan generasi keluarga. Untuk membentuk karakter dan kepribadian akan yang baik, maka harus dilakukan dengan cara yang benar. Semua orangtua harus memahami hal tersebut dan belajar untuk cara-cara memberikan pendidikan pada anak.

Seorang anak memang akan mendapatkan pendidikan ketika sudah memasuki dunia sekolah. Apalagi di zaman sekarang, tidak ada anak yang tidak bisa bersekolah. Bangunan sekolah tersedia di mana-mana. Tenaga pengajar juga melimpah. Tak ketinggalan sistem pendidikan yang terus dikembangkan demi membentuk masa depan anak yang lebih cerah. Meskipun masih saja ada segelintir anak yang tidak bisa menikmati akses pendidikan karena banyak hal.

Walaupun pendidikan adalah hal yang pasti didapat melalui sekolah, tetap orang tua yang memegang peran utama dan pertama dalam cara mendidik anak. Karena keluarga adalah lingkungan pertama tempat anak tumbuh, maka keluarga juga yang harus memberikan pendidikan pertama. Tanpa dasar pendidikan keluarga yang kuat, seorang anak akan kesulitan menentukan jati diri begitu berada di lingkungan yang lebih luas.

Selain berbagai alasan di atas, memang sudah menjadi kewajiban orangtua untuk tahu cara mendidik anak. Sayangnya, tidak ada sekolah khusus yang bisa diikuti calon orangtua yang mengajarkan cara untuk mendidik anak. Sehingga mau tidak mau, orangtua harus belajar cara mendidik sejak sebelum si anak lahir dengan cara sendiri. Mendidik anak juga akan menjadi proses panjang seumur hidup. Seperti inilah cara untuk mendidik anak secara benar.

Ajari Anak untuk Mencintai

Orangtua pasti berpikir anak mampu mencintai secara alami. Padahal sebenarnya orang tua harus mengajarkan bagaimana cara mencintai, bersikap murah hati dan menyayangi orang lain. Orang Tua seharusnya memberikan contoh sikap mencintai orang lain. Bisa dilakukan mulai dari menunjukkan rasa cinta pada anak. Peluk anak dan katakana bahwa Anda sangat mencintainya. Contoh sederhana dari cara mendidik anak ini bisa mulai diperlihatkan saat anak berusia dini.

Seiring waktu, orang tua harus mampu memberikan penjelasan tentang kepada siapa saja ungkapan cinta boleh disampaikan. Orangtua memberikan gambaran bahwa ungkapan itu hanya boleh diutarakan pada keluarga inti yang paling dekat seperti orangtua, kakek nenek serta kakak dan adik. Dengan begitu, anak akan tahu bagaimana cara mencintai dan mengasihi sekaligus paham kepada siapa perasaan itu bisa dicurahkan.

Ajarkan Kejujuran

Semua orangtua seharusnya sepakat bahwa nilai kejujuran adalah nilai dasar yang harus dipahami semua anak. Dengan kejujuran, anak bisa dibiarkan hidup di lingkungan yang lebih luas tanpa khawatir akan merugikan orang lain. Anak yang jujur akan menjunjung tinggi kebenaran dalam segala hal. Ia akan segan berlaku atau berkata tidak jujur atau mengkhianati karena tahu bahwa hal tersebut salah.

Cara mendidik anak dengan mengajarkan kejujuran juga harus dimulai sedini mungkin. Orangtua bisa memulai dengan terbiasa berkata jujur pada anak. Menghindari kebohongan akan menuntun pikiran anak untuk sadar bahwa hal tersebut tidak baik. Tidak peduli seburuk apapun kenyataannya, orangtua harus punya keberanian untuk berkata jujur. Selanjutnya, orangtua bisa menyertai dengan penjelasan jika diperlukan.

Contohkan Keadilan

Banyak masalah dalam rumah tangga terjadi dari anak yang merasa diperlakukan tidak adil oleh orang-orang terdekatnya. Contoh yang paling sering terjadi, ketika seorang kakak yang kehilangan perhatian begitu si adik lahir. Hal tersebut tidak akan mungkin dihindari tapi bisa dipersiapkan agar tidak menimbulkan masalah. Dalam hal ini yang sangat perlu diajarkan dalam cara mendidik anak adalah mencontohkan keadilan.

Peran orangtua dalam cara mendidik anak sangat berpengaruh ketika mengajarkan keadilan. Orangtua harus bisa mencontohkan keadilan. Misalnya saja dengan tetap memperhatikan sang kakak meski sudah ada si adik yang lahir. Keadilan juga harus diajarkan dengan menjelaskan soal porsi. Contoh, orangtua menjelaskan mengapa si adik harus mendapat perhatian lebih. Pasti tidak akan ada orangtua yang berniat tidak adil pada anak. Tapi seringkali caranya untuk adil belum sepenuhnya benar.

Biasakan Sopan Santun

Selain nilai moral, nilai kesopanan juga tidak boleh terlewat dalam cara mendidik anak. Berlaku sopan dan santun harus mulai dibiasakan sejak usia dini. Orangtua bisa mengajarkan dengan memberi contoh langsung. Misalnya saat berkunjung ke rumah keluarga yang lebih tua, orangtua memperlihatkan perilaku sopan santun. Dengan begitu, anak bisa menirunya dan menjadikannya kebiasaan.

Sopan santun akan berguna bagi anak ketika berinteraksi dengan banyak orang di luar lingkungan rumah. Anak yang mampu menjaga sopan santun akan mendapatkan tempat di hati orang lain. Pasti akan banyak yang menyenangi anak dengan karakter sopan santun yang kuat. Anak juga akan lebih mampu menghormati orang yang lebih tua dan menghargai orang lain yang lebih muda.

Berikan Dukungan

Anak yang tumbuh dengan rasa percaya diri pasti menjadi kebanggaan tersendiri. Rasa percaya diri anak harus dimulai dari orangtua yang bersedia memberikan dukungan. Dalam hal ini, dukungan yang diberikan tentu harus pada hal-hal baik dan positif. Sementara untuk hal-hal buruk yang termasuk larangan, orang tua harus bijak dalam memberikan peringatan dan pencegahan. Memberikan dukungan tidak boleh diabaikan dalam cara mendidik anak.

Sebagai contoh, ketika anak menunjukkan bakat di bidang tertentu, orang tua harus memberikan dukungan secara maksimal. Tidak penting pada bidang apa mereka bisa fokus, yang paling utama adalah kegiatan tersebut adalah hal yang baik bagi anak. Selama ini, orangtua akan menunjukkan dukungan jika anak meraih pencapaian di bidang akademik. Padahal masih banyak pencapaian lain yang bisa diperoleh dari luar bidang akademik.

Perkenalkan Konsekuensi

Sebagai anak, tidak jarang mereka merasa benar sendiri. Sebenarnya merasa paling benar adalah awal dari perasaan tidak peduli dan sombong. Karena itu, orangtua perlu memperkenalkan konsekuensi dalam cara mendidik anak. Orangtua bisa menceritakan apa akibat yang mungkin terjadi dari keputusan tertentu. Dengan begitu, anak akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan. Mereka tidak akan merasa selalu benar dan menyalahkan orang lain.

Cara mendidik anak memang harus dipelajari seiring berjalannya peran tersebut. Dalam prosesnya juga sangat mungkin terjadi kesalahan dan kekurangan. Tugas orangtua adalah mencegah kesalahan yang sama terjadi lagi serta belajar dari kesalahan terdahulu agar bisa mendidik lebih baik.

Ibu tidak boleh sampai salah mengambil tindakan dalam rangka mendidik anak. Ibu harus benar-benar memastikan didikan yang diberikan pada anak sudah baik dan tepat agar terbentuk karakter yang baik pada anak. Perlu diketahui jika cara mendidik orang tua sangat mempengaruhi karakter yang dimiliki oleh anak. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *