Apa Saja Bahan Alami untuk Menyapih Anak? Proses menyusui merupakan salah satu tahapan penting baik bagi ibu maupun anak. Anak mendapatkan asupan pertamanya dari air susu ibu dan ibu menyalurkan kasih sayangnya terhadap anak. Proses pemberian ASI ini diwajibkan selama 6 bulan (ASI eksklusif) dan akan lebih baik jika dijalankan hingga anak berumur 2 tahun.

Pemberian ASI pada anak itu diwajibkan karena ASI memiliki banyak manfaat. Memberikan anak asupan ASI yang cukup bisa membantu perkembangan otak. Selain itu, di saat menyusui bisa menjalin kedekatan batin antara ibu dan anak. Tentu saja pihak ayah harus mendukung proses menyusui ini. Tidak sedikit ibu yang kesulitan pada masa menyusui apalagi ketika menyusui anak pertama.

Namun, jika masa menyusui sudah harus disudahi, tidak sedikit juga orang tua yang kerepotan. Berbagai cara dilakukan oleh orang tua agar anak mau disapih. Mulai dari cara tradisional hingga cara-cara yang cukup ekstrim. Ada juga yang menggunakan bahan alami untuk menyapih anak supaya anak bisa berhenti tanpa melibatkan bahan berbahaya.

Ada beberapa alasan khusus kenapa anak pada akhirnya seorang anak harus disapih. Hal ini berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak juga perkembangan anak itu sendiri. Jika dilanjutkan, itu tidak akan baik bagi kedua belah pihak. Berikut adalah beberapa alasan kenapa anak harus disapih di waktu yang tepat.

Produksi ASI Menurun

Seiring bertambahnya usia dan bertumbuhnya anak, produksi ASI akan berkurang. Itu terjadi secara alami mengikuti perkembangan anak. Selain produksinya menurun, kualitasnya pun menurun. Itulah kenapa, secara bertahap anak sudah dikenalkan pada makanan pendamping ASI setelah usia 6 bulan. Meskipun bukan bahan alami untuk menyapih anak tapi itu menjadi cara yang alami.

Pertumbuhan Gigi Anak

Ketika usia anak semakin besar, bagian dalam mulut anak akan mengalami pertumbuhan juga. Jika di enam bulan awal usia anak bagian dalam mulutnya masih berupa gusi, beberapa bulan kemudian anak akan tumbuh gigi. Saat pertumbuhan gigi, gusi anak sering kali merasa gatal dan ingin menggigit apapun yang ada di mulutnya. Jika hal ini terus berlanjut hingga semua gigi anak tumbuh, puting sang ibu akan terluka.

Untuk menghindari hal tersebut, secara perlahan anak harus mulai disapih. Anak juga sudah harus mulai dikenalkan dengan makanan yang memiliki tekstur lebih padat untuk merangsang pertumbuhan gigi. Pengenalan ini bisa sekalian menggunakan bahan alami untuk menyapih anak.

Dua alasan penting ini tidak boleh diabaikan begitu saja. Namun untuk melakukan penyapihan pun tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat apalagi tiba-tiba. Penyapihan juga jangan dilakukan secara paksa karena anak justru akan trauma. Penyapihan bisa dilakukan dengan penuh kasih sayang juga tidak melukai perasaan anak melalui berbagai bahan makanan pengganti. Beberapa bahan alami yang bisa digunakan saat menyapih adalah sebagai berikut.

Minum Teh Daun Sage

Supaya anak mau mulai untuk mengurangi konsumsi ASI dari ibu, maka mau tidak mau ASI yang ada pada ibu harus dikurangi pasokannya. Untuk mengurangi pasokan ini ibu harus mengkonsumsi bahan yang mampu mengurangi ASI langsung dari dalam tubuh. Bahan alami untuk menyapih anak yang harus dikonsumsi oleh ibu ini adalah teh daun sage.

Teh daun sage mengandung estrogen alami. Estrogen ini bisa mengurangi pasokan ASI yang ada pada si ibu. Untuk mengkonsumsi teh daun sage bisa dicampur dengan susu dan madu. Waktu konsumsinya sebaiknya dilakukan dua kali sehari yaitu di pagi hari dan sore hari. Ini perlu dilakukan supaya niat ibu semakin kuat dan anak tidak lagi menagih ASI karena pasokannya yang semakin sedikit tidak mampu lagi memenuhi rasa lapar dan keinginannya.

Kompres Teh Peppermint

Bahan alami untuk menyapih anak yang selanjutnya adalah jenis teh peppermint. Tidak seperti teh daun sage yang dikonsumsi, the peppermint ini digunakan sebagai kompresan. Teh yang digunakan adalah teh ampas atau sisa dari seduhan. Kompresan ini digunakan di sekitar puting. Kandungan peppermint yang dingin mampu menghindarkan rangsangan akan produk ASI.

Penggunaan teh peppermint sebagai kompresan dijadikan sebagai bahan pelengkap atau bahan sampingan sembari menggunakan bahan lain untuk menyapih anak. Kecepatan prosesnya pun berbeda-beda, tergantung dari individu masing-masing. Jadi, bisa saja seorang ibu bisa menghentikan produk ASI dalam waktu singkat, sedangkan ibu yang lainnya memerlukan waktu hingga berminggu-minggu.

Masker Kubis

Masker lain yang bisa digunakan di daerah putting adalah masker kubis. Khasiat dari masker ini sama seperti bahan alami untuk menyapih anak yang lainnya, yaitu menghentikan produksi ASI. Daun kubis ini harus didinginkan terlebih dahulu baru kemudian digunakan di payudara ibu.

Gunakan daun kubis selama beberapa hari, jika memungkinkan gunakan selama 48 jam berturut-turut. Jika daun kubis sudah layu, buang daun kubis tersebut dan ganti dengan yang baru. Akan tetapi jika produksi ASI sudah berkurang, maka tidak apa-apa untuk dihentikan. Penghentian ASI ini akan berjalan secara bertahap jadi ibu tidak perlu khawatir jika produk ASI-nya langsung kering.

Kompres Es

Bahan alami untuk menyapih anak dan sangat mudah ditemukan di hampir setiap rumah adalah dengan menggunakan kompres es batu. Bisa dikatakan kompres es ini merupakan cara alami terbaik dalam menghentikan produksi ASI. Letakkan es batu di bagian payudara setiap dua kali dalam sehari. Selain untuk mengurangi pasokan ASI, kompres menggunakan es juga bisa mengurangi pembengkakan dan juga menghilangkan rasa sakit.

Selain menggunakan bahan alami untuk menyapih anak, orang tua juga harus melakukan penyapihan dengan baik bukan dengan paksaan atau membuat anak ketakutan. Saat proses menyapih dimulai, ibu tidak menawarkan ASI tapi juga tidak menolak ketika anak meminta. Berikan hanya ketika anak ingat. Kurangi waktu pemberian ASI secara bertahap dan hilangkan kebiasaan menyusui anak sebelum tidur.

Jangan lakukan penghentian pemberian ASI secara tiba-tiba karena akan membuat kaget anak dan ibu sendiri. Bahan alami untuk menyapih anak akan membantu ibu menghentikan produksi ASI. Sedangkan untuk praktek penyapihannya, ibu serta ayah dan juga orang-orang di sekitar harus bisa memberi pengertian secara perlahan. Jangan sampai anak menganggap menghentikan ASI sama dengan menghentikan kasih sayang orang tua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *