Cara Menahan Emosi Pada Anak – Seorang anak akan meluapkan emosinya di beberapa situasi tertentu, seperti ketika ia merasa lingkungannya tidak nyaman, keinginan yang tidak terpenuhi, dan masih banyak penyebab lainnya. Disadari atau tidak, sebagai orang tua Ibu pasti kerapkali menemui situasi tersebut. Kadang-kadang Ibu akan ikut kesal karena mendapati sikap si kecil yang marah-marah, sedangkan Ibu masih sibuk dengan pekerjaan lain.

Saat si kecil meluapkan emosi, Ibu pasti akan mencoba berbagai hal untuk membuatnya kembali tenang dan merasa nyaman. Kemudian Ibu bisa melakukan pekerjaan rumah lain yang belum terselesaikan tanpa mengkawatirkan kemarahan si kecil. Nah, kali ini kita akan membahas cara-cara yang bisa Ibu lakukan untuk menahan emosi si kecil dan membuatnya kembali tenang.

Pertama; Cari Tahu Apa Penyebab Si Kecil Emosi

Sebelum Ibu berbuat banyak hal seperti memberi nasehat, mengajak diskusi, atau hal lain, sebaiknya lakukan hal ini terlebih dahulu. Ibu perlu mengetahui penyebab si kecil marah dan meluapkan emosi dulu, baru setelahnya bisa menentukan cara menahan emosi pada anak yang paling cocok untuk Ibu lakukan.

Banyak sekali hal yang bisa menjadi sebab anak meluapkan kemarahan dan emosi, di antaranya karena lapar, tidak nyaman dengan lingkungan, tidak terpenuhi keinginannya, atau mengantuk. Oleh karena itu, Ibu perlu memastikan apa penyebabnya untuk mengambil tindakan. Misalnya, ketika si kecil lelah atau mengantuk, Ibu bisa mengajaknya istirahat dan membacakan dongeng agar rileks. Jadi, jangan sampai salah mengambil tindakan karena tidak tahu penyebabnya marah.

Kedua; Cobalah untuk Mengalihkan Perhatian Si Kecil

Cara menahan emosi pada anak yang selanjutnya adalah dengan mengalihkan perhatian si kecil. Misalnya, ketika si kecil marah dan meluapkan emosi saat bermain dengan teman-temannya, berebut sesuatu dengan kakaknya, atau sedang merasa tidak nyaman dengan lingkungan bermain.

Ibu bisa mengalihkan perhatiannya dengan mengajaknya beli es krim, bermain permainan lain, atau sekadar mengajaknya berjalan-jalan. Dengan demikian, emosi si kecil yang tadinya meluap-luap akan tertahan dan teralihkan. Kemudian, Ibu bisa kembali melakukan hal lain sambil mengawasi si kecil dengan tenang.

Ketiga; Usahakan untuk Tetap Bersikap Tenang

Kebanyakan orang tua akan ikut merasa kesal dan emosi ketika melihat anaknya marah-marah atau memangis. Mungkin Ibu pernah mengalaminya. Cara menahan emosi pada anak seharusnya Ibu lakukan sebagai orang tua saat si kecil marah adalah tetap bersikap tenang. Kemudian Ibu bisa pelan-pelan memahami penyebab sekaligus mencarikan solusi untuk menenangkannya.

Jangan sampai Ibu ikut terpancing emosinya saat si kecil ngambek. Justru ketika Ibu tidak bisa tenang saat menyikapi emosi dan kemarahan si kecil, ia akan tambah merasa tidak nyaman. Sehingga, saat Ibu ikut marah dan mengomel padanya, ia justru akan semakin memberontak. Bisa saja ia menangis keras-keras, melempar barang-barang di dekatnya, atau hal lain. Oleh karena itu, tenanglah, kemudian tanyakan kemauan si kecil dengan lembut.

Keempat; Berikan Perhatian pada Si Kecil

Cara menahan emosi pada anak yang bisa Ibu lakukan adalah mencoba memberikan perhatian pada si kecil. Kadang-kadang kurangnya perhatian yang didapat si kecil cenderung membuatnya kesal. Si kecil akan melakukan hal-hal yang bisa menarik perhatian, marah misalnya. Jadi, di sini saya katakan Ibu perlu memberinya perhatian.

Wujud perhatian yang bisa Ibu berikan ada bermacam-macam. Ibu bisa mendekati si kecil, kemudian mulai bertanya. Bisa juga Ibu mengajaknya bergurau dengan menggelitik atau mengucapkan lelucon berupa mengecilkan suara hingga terkesan lucu.

Kelima; Berikan Pelukan yang Tulus untuk Si Kecil

Luapan emosi si kecil akan semakin meledak-ledak jika tidak segera ditenangkan. Si kecil akan kesulitan untuk menahan emosinya. Ia akan berangsur-angsur tenang jika merasa nyaman dan aman. Nah, dari sini Ibu bisa mengambil peran sekaligus tindakan sebagai orang tua. Cara menahan emosi pada anak yang bisa memberikan efek nyaman pada si kecil adalah dengan memeluknya.

Pelukan yang bisa Ibu berikan pada si kecil bukan sembarang pelukan. Pelukan yang Ibu berikan pada si kecil harus bisa membuat kesan nyaman. Jadi, lakukan dengan tulus dan sepenuh hati. Si kecil pasti akan bisa merasakan ketenangan dan kenyamanan yang Ibu alirkan dari pelukan tersebut.

Keenam; Berikan Pengertian Tentang Dampak Emosinya

Disadari atau tidak, si kecil tidak akan mengerti dampak atau akibat dari semua perbuatannya jika Ibu sebagai orang tua tidak memberikan pengertian. Ketika si kecil marah dan meluapkan emosinya, ia akan melakukan hal-hal sebagai wujud pelampiasan kemarahannya. Misalnya dengan melempar barang, membanting sesuatu, dan tingkah lain.

Cara menahan emosi pada anak yang bisa Ibu praktikkan selanjutnya adalah dengan memberi pengertian pada si kecil tentang dampak luapan emosinya. Ibu bisa mengatakan pada si kecil, barang-barang yang ia lempar akan pecah, rusak, atau menjadi jelek. Secara tidak langsung, si kecil akan mencoba berpikir dan memahami apa yang Ibu katakan. Nah, bersamaan dengan itu, luapan emosinya akan tertahan dan teredam perlahan.

Ketujuh; Coba Ajak Si Kecil Berdiskusi

Mencoba mengajak berdiskusi adalah salah satu cara menahan emosi pada anak yang bisa Ibu praktikkan. Kemarahan dan emosi yang akan si kecil luapkan menjadi teralihkan dengan pikiran-pikiran sesuai yang Ibu coba diskusikan. Setelah kemarahan dan emosi si kecil teralihkan, Ibu bisa mulai menanyakan sebab kekesalannya. Setelah itu, Ibu bisa perlahan-lahan memberi nasehat dan pengertian sebagai bekalnya bersikap di kemudian hari.

Kedelapan; Cobalah untuk Mengenalkan Si Kecil dengan Hal Baru

Cara menahan emosi pada anak ke delapan yang bisa Ibu lakukan adalah mencoba mengenalkan hal baru pada si kecil. Kadang-kadang, si kecil marah dan emosi karena merasa jenuh atau bosan, baik dengan mainan-mainan lamanya, aktifitas yang monoton, atau hal-hal lainnya.

Nah, dari sini Ibu bisa mengambil peran sebagai orang tua untuk menambah wawasan maupun pengalaman si kecil terhadap hal-hal baru. Kenalkan dengan dunia baru, suasana baru, atau keadaan baru. Jadi, kemarahan dan emosi si kecil bisa tertahan karena ketertarikannya di dunia barunya. Selamat mencoba cara menahan emosi pada anak yang kedelapan ini.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *