Cara Mengatasi Batuk Pilek Panas Pada Anak,  mereka bisa mengalami berbagai macam masalah kesehatan. Jenis penyakit yang paling sering menjangkit anak-anak adalah batuk dan pilek. Tidak jarang keluhan tersebut disertai dengan suhu tubuh yang meningkat alias demam. Apalagi seringkali demam yang terjadi cukup tinggi. Pasti kondisi tersebut menyebabkan kepanikan terutama bagi orangtua baru. Sebelum panik dan terlalu cemas, pastikan dulu apa penyebabnya agar tahu cara yang tepat untuk mengatasinya.

Dianggap sebagai masalah yang umum terjadi, batuk pilek panas pada anak pada anak seharusnya tidak dibiarkan. Apalagi jika sampai berlarut-larut, keluhan yang awalnya ringan itu bisa berakibat masalah yang lebih serius. Beberapa penyakit berbahaya menjadi ancamannya jika batuk pilek yang disertai panas tidak segera mendapat penanganan. Penyakit berbahaya seperti pneumonia, TBC atau infeksi lainnya bisa saja menyerang.

Penyebab Batuk Pilek Panas

Batuk pilek panas pada anak umumnya disebabkan oleh virus. Virus yang menyebar melalui udara bisa masuk ke rongga pernapasan. Virus tersebut kemudian masuk dalam masa inkubasi, yaitu 2-3 hari pertama. Setelahnya, akan muncul gejala awal seperti hidung tersumbat dan tenggorokan kering. Puncak parahnya penyakit tersebut terjadi dalam masa 2-3 hari sejak muncul gejala awal. Pada siklus normal, keluhan akan mereda pada hari setelahnya dan penderita akan kembali sembuh secara bertahap.

Sayangnya pada anak seringkali gejala batuk dan pilek tidak bisa sembuh begitu cepat. Bahkan tidak jarang timbul demam yang cukup tinggi. Kondisi ini bisa dipicu dari kebiasaan kurang sehat, seperti malas mencuci tangan dan terlalu sering berinteraksi dengan orang sakit. Karena itulah, usahakan agar terhindar dari orang-orang sakit. Orang dewasa juga seharusnya sadar untuk tidak mendekati anak ketika merasa sedang tidak sehat.

Memiliki daya tahan tubuh yang rendah juga bisa jadi penyebab batuk pilek panas pada anak. Karena itulah virus penyakit begitu mudah masuk dan menembus sistem pertahanan tubuh yang sangat minim. Daya tahan tubuh yang menurun bisa disebabkan karena kurangnya mengkonsumsi makanan bergizi serta kurang aktifnya dalam bergerak. Kebersihan diri dan tempat tinggal juga membawa pengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh anak.

Gejala Batuk Pilek Panas

Secara umum, gejala batuk pilek panas pada anak hampir sama pada semua. Gejala yang biasa terjadi yaitu hidung tersumbat yang disertai bersin-bersin. Tenggorokan yang kering juga akan terasa gatal hingga muncul batuk ringan. Jika batuk terlalu parah, suara akan menjadi serak. Pada kasus yang lebih parah, batuk bisa menyebabkan sesak nafas dan sulit bernafas hingga kesulitan mengeluarkan suara. Kondisi ini bisa terjadi selama beberapa hari.

Selanjutnya, anak bisa mengalami penurunan kemampuan indera penciuman dan indera perasa. Hidung yang mampet membuat sulit untuk mencium bau dan aroma apa saja. Lidah juga seolah mati rasa hingga akhirnya anak akan kehilangan nafsu makan. Apabila dibiarkan berlanjut, gejala batuk pilek panas pada anak bisa menurunkan berat tubuh. Anak bisa terlihat semakin kurus dan kering.

Pada banyak kasus, panas atau demam juga terjadi. Demam biasanya disertai dengan mata merah dan berair. Seluruh badan bisa saja merasakan pegal yang luar biasa. Semua rasa sakit itu akan menimbulkan ketidaknyamanan. Anak pasti akan sulit beristirahat dengan kondisi tubuh yang tidak sehat. Bahkan ada juga yang sampai merasakan nyeri di bagian-bagian tubuh tertentu seperti kepala, persendian atau telinga.

Pencegahan dan Pengobatan

Keluhan batuk pilek panas pada anak bisa dicegah. Orangtua dalam hal ini memiliki peran sangat penting untuk menghindarkan anak dari masalah kesehatan tersebut. Orangtua harus bisa membiasakan anak untuk menjaga kebersihan dirinya sendiri dan lingkungan sekitar. Contoh yang paling mudah dilakukan, ajari anak mencuci tangan sebelum makan dan setiap selesai melakukan aktivitas apa saja. Terutama setelah menggunakan fasilitas umum, anak harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Pencegahan batuk pilek panas pada anak lain bisa dilakukan dengan mengendalikan diri ketika sedang sakit. Anak-anak harus paham bahwa sakit batuk pilek bisa menular. Karenanya mereka harus bisa menghindari orang-orang yang menunjukkan gejala penyakit tersebut. Kalau mereka sendiri yang mengalaminya, mereka harus mengerti untuk bisa menjaga jarak dengan orang lain. Jangan lupa mengajari mereka untuk menggunakan masker dan menggunakan tangan untuk menutup mulut ketika bersin atau batuk.

Batuk pilek panas pada anak bisa diatasi dengan banyak cara mulai dari yang alami sampai yang menggunakan obat-obatan kimia. Cara yang paling mudah sekaligus sebagai pertolongan pertama, anak penderita batuk pilek panas bisa diberi kompres air hangat. Pastikan mereka mendapat asupan cairan yang cukup dari air minum atau makanan berkuah seperti sup. Anak-anak juga harus beristirahat yang cukup dan makan teratur meski hanya porsi sedikit.

Untuk penanganan lebih lanjut, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan secara lebih teliti terhadap keluhan yang diderita. Jika diagnosis dokter mengatakan bahwa keluhan tersebut hanya batuk pilek panas biasa, anak akan diberikan obat penurun panas. Namun jika ada tanda-tanda penyakit lain yang lebih serius, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah itu, cukup ikuti apa saran dokter demi mendapat solusi terbaik.

Penyakit serius lain yang bisa terjadi dari batuk pilek panas pada anak seperti infeksi telinga tengah, campak, infeksi bakteri, sinusitis hingga alergi. Maka penting untuk mengetahui apa penyebab dan gejalanya agar bisa memberikan penanganan yang tepat. Meskipun tergolong keluhan ringan, batuk dan pilek yang disertai panas bisa menjadi semakin parah jika tidak mendapat diagnosis yang tepat.

Penanganan yang tepat jika si kecil mengalami batuk pilek panas sangat perlu dilakukan oleh Ibu. Jangan sampai penyakit si kecil bertambah serius karena Ibu lengah dan tidak tahu pasti langkah penyembuhan yang harus dilakukan. Oleh karena itu, Ibu bisa mengenali gejala-gejala awal untuk melakukan pencegahan sedini mungkin. Jika si kecil terlanjur sakit, Ibu bisa melakukan pengobatan sambil melakukan konsultasi dengan ahli di laman Tanya Pakar jika diperlukan.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *