Pembahasan mengenai manusia tentu saja tidak akan terlepas dari penyakit yang mengiringinya. Terlebih zaman sekarang, ketika gaya hidup telah banyak berubah. Bahkan kolesterol yang dahulu hanya dianggap sebagai penyakit khas lansia, kini menyerang kawula muda. Kolesterol adalah lemak yang terdapat pada hampir seluruh sel tubuh kita. Nah, kira-kira sikap paling bijaksana yang dapat dilakukan oleh kita apa saja? Simak penjelasannya dibawah ini.

Melek Informasi

Betapa beruntungnya hidup di zaman yang sudah canggih seperti sekarang ini. Hanya dengan memiliki sebuah smartphone dan koneksi internet, segala informasi yang kita inginkan dapat terjawab. Masalahnya, sebagian dari kita justru terlena berselancar di sosial media hanya untuk bersenang-senang. Padahal internet dapat berguna untuk hal yang lebih bermanfaat, seperti mencari tahu seputar info terbaru terkait kesehatan. Misalnya, kadar kolesterol alami bagi tubuh.

Kita sering mendengar istilah bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Istilah tersebut berlaku juga ketika kita membahas kadar kolesterol. Kadar kolesterol tinggi dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis, seperti stroke dan jantung. Tubuh manusia memang membutuhkan kolesterol, namun dalam kadar kolesterol alami.

Kadar kolesterol alami bagi kolesterol baik dalam tubuh adalah 60 mg atau lebih. Sementara itu, jika tidak ingin terkena penyakit stroke atau jantung, kolesterol jahat dalam tubuh harus kurang dari 100 mg. Terakhir, trigliserida harus diusahakan serendah-rendahnya. Semakin rendah trigliserida yang kita miliki, semakin besar peluang terhindar dari penyakit kronis. Batas toleransi jumlah trigliserida yang kita miliki sebesar 199 mg.

Melek informasi secara tidak langsung menuntut kita untuk meningkatkan budaya gemar membaca. Di internet, jurnal-jurnal penelitian terkait kolesterol berserakan, saking banyaknya. Kita hanya tinggal memungut dan mempelajarinya.

Gaya Hidup Sehat

Ritme kehidupan yang serba cepat dan instan ternyata memiliki pengaruh besar terhadap gaya hidup manusia modern. Contohnya, kita terbiasa mengonsumsi junk food. Pertimbangan paling mendasar mengapa seseorang memilih junk food adalah praktis. Cukup pesan menu sesuai yang diinginkan, bayar, selang hitungan menit hidangan telah siap disantap. Namun, kita luput terhadap bahaya yang mengintai dibalik kemudahan tersebut. Junk food disinyalir menjadi salah satu pemicu kolesterol tinggi.

Kita dapat menjaga kadar kolesterol alami dengan mulai mengonsumsi makanan sehat, seperti kacang-kacangan, sayuran hijau, oat, atau ikan salmon. Memulainya tentu sulit, apalagi jika kita terbiasa makan hamburger atau  french fries. Namun, peribahasa lebih baik mencegah daripada mengobati dapat kita jadikan sebagai pegangan. Mulailah dengan makanan yang memang kita sukai, misalnya sayur bayam.

Buah-buahan seperti pepaya, alpukat, apel, dan anggur juga diketahui dapat menjaga kadar kolesterol alami. Serat yang terkandung dalam buah-buahan akan mampu mengikat asam empedu, sehingga dapat menurunkan penyerapan kolesterol dalam darah.

Selain menghindari junk food, alangkah baiknya jika kita juga menghindari perilaku merokok. Disamping merugikan kesehatan diri sendiri, merokok dapat merugikan kesehatan orang lain, yakni para perokok pasif di sekitar kita. dr. Ervina selaku Medical Advisor Kalbe Nutritionals, pada sebuah wawacara memaparkan bahwa perilaku merokok memiliki keterkaitan dengan tingginya kadar kolesterol dalam tubuh, sehingga dapat menjadi pemicu berbagai penyakit yang dapat mengakibatkan kematian.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 terhadap 60 orang karyawan Pabrik Gula Tasikmadu Karanganyar, menemukan bahwa perokok yang menghisap rokok rata-rata 10 batang perhari sekurang-kurangnya satu tahun mengalami peningkatan kadar kolesterol berdasarkan pemeriksaan stick test kolesterol.

Gunakan Sistem Reward dan Punishment

Dalam dunia psikologi, istilah ini digunakan untuk memperkuat perilaku positif dan menghilangkan perilaku yang dianggap tidak memberi manfaat terhadap pribadi kita. Sistem ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, untuk menjaga agar kadar kolesterol alami, kita membuat sebuah peraturan yang diterapkan dan dijalankan oleh diri sendiri. Aturannya, jika kita berhasil mengonsumsi sayuran hijau ketika sarapan, maka kita mendapat sebuah reward, contohnya berupa tiket nonton bioskop. Hal tersebut akan memperkuat perilaku kita dalam mengonsumsi makanan sehat.

Sebaliknya, ketika kita tidak berhasil melaksanakan sebuah tantangan, maka kita akan mendapatkan punishment. Contohnya, tidak boleh main gadget satu hari penuh. Konsep punishment adalah membuat efek jera sehingga perilaku yang tidak diinginkan akan lambat laun hilang.

Rajin Berolahraga

Journal of Sport Sciences and Fitness terbitan tahun 2012, menguak sebuah fakta. Penelitian ini dilakukan terhadap remaja yang masih bersekolah. Ternyata, senam aerobik yang dilakukan selama 2 bulan dengan perincian 3 kali seminggu berhasil menurunkan kadar kolesterol pesertanya. Meningkatnya aktivitas fisik para peserta, yang awalnya hanya berolahraga 1 kali seminggu ketika pelajaran olahraga di sekolah, menjadi 3 kali seminggu mampu menurunkan kadar kolesterol mereka. Penurunan kadar kolesterol ini terjadi karena terbakarnya cadangan lemak tubuh guna memenuhi kebutuhan kalori tubuh saat melakukan senam aerobik.

Jika tidak sanggup membayar senam aerobik di tempat profesional, kita tetap dapat melakukannya di rumah. Gratis. Kuncinya, niat dan konsisten. Apabila niat sudah terpatri dalam diri, jalan keluar akan mudah ditemukan. Bisa dengan mendownload gerakan senam aerobik di kanal youtube. Yuk, olahraga.

Rutin Cek Kesehatan

Bagi orang Indonesia, mengecek kesehatan secara berkala adalah momen yang langka sekali terjadi. Hanya sebagian kecil masyarakat yang aware terhadap hal ini. Padahal, cek kesehatan secara rutin dapat memberi banyak manfaat, salah satunya deteksi penyakit secara dini. Faktornya banyak, seperti edukasi dan sosialisasi yang kurang meluas.

Edukasi dan Sosialisasi Kesehatan, Tanggung Jawab Siapa?

  • Keluarga

Keluarga sebagai lingkungan pertama dan terdekat memiliki peran penting dalam proses tumbuh kembang kita. Penanaman nilai-nilai positif di rumah akan membentuk karakter dasar yang baik. Misalnya, orang tua yang berhasil menanamkan pola hidup sehat, maka hal tersebut dapat membentuk karakter kita menjadi sosok yang memegang teguh prinsip hidup sehat. Mulai dari tidak merokok, tidak mengkonsumsi junk food, dan rajin berolahraga.

Bagi orang tua yang memiliki anak kecil, usahakan untuk selalu mengingat kata kunci modelling atau tiruan. Anak kecil adalah peniru ulung perilaku orang-orang dewasa disekitarnya. Oleh sebab itu, biasakan untuk senantiasa memberi contoh yang baik, seperti membiasakan untuk memakan buah dan sayuran. Pembiasaan ini akan menjaga kadar kolesterol alami keluarga kita teteap terjaga.

  • Pemerintah

Pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kesehatan, dalam hal ini terkait kolesterol. Edukasi dan sosialisasi terhadap anak kecil dapat berupa bahan bacaan bergambar, seperti komik. Hal ini akan meningkatkan minat anak untuk membaca karena bacaan disertai dengan berbagai gambar yang menarik.

Bagi remaja, edukasi dan sosialisasi terkait kadar kolesterol alami dapat berupa poster. Selain itu, pemerintah juga dapat memanfaatkan jejaring sosial media. Pemerintah hanya perlu membuat konten secara konsisten dan menarik sehingga mampu meningkatkan kewaspadaan remaja terhadap bahaya kolesterol. Sedangkan, bagi orang dewasa, edukasi dan sosialisasi dapat berupa seminar atau talk show. Pemerintah dapat bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, misalnya dinas kesehatan.

Bagaimana Cara Menurunkan Kadar Kolesterol?

Kolesterol dapat mengalami penurunan yang signifikan ketika diatasi dengan cara yang tepat. Nutrive Benecol besutan Kalbe dapat menjadi pilihan guna menjaga kadar kolesterol alami. Nutrive Benecol merupakan produk minuman dengan komposisi sari buah serta susu. Melalui proses uji klinis, kandungan Plant Stanol Ester (kacang, sayur, buah, dan gandum) dalam Nutrive Benecol dapat menurunkan kolesterol sebesar 7-10% setelah kita mengkonsumsi selama 2-3 minggu. Nutrive Benecol dapat dikonsumsi oleh orang yang memiliki kolesterol tinggi maupun normal (untuk pencegahan). Selain Plant Stanol Ester (PSE), Nutrive Benecol juga mengandung 11 vitamin serta 5 mineral  yang berguna untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh.

Nutrive Benecol memiliki varian rasa buah seperti rasa jeruk, stroberi, leci, dan blackcurrant. Selain itu, tersedia jugfa varian rasa vanilla dan chocolate. Sedangkan, khusus untuk varian vanila vegie mix, komposisinya mengandung serpihan sayuran asli nan segar. Nutrive Benecol dibandrol dengan kisaran Rp 7.000. Kemasannya yang praktis memudahkan kita untuk membawanya kemana-mana. Tidak perlu khawatir terkait legalitas produk ini, sebab Nutrive Benecol telah mengantongi sertifikat halal MUI dan terdaftar di BPOM dengan nomor: BPOM RI MD 266609208006.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *