Penyebab batuk pilek napas cepat pada anak. Gangguan kesehatan yang sering terjadi pada anak-anak sangat beragam. Mulai dari gangguan pada sistem pencernaan hingga keluhan pada kulit. Di antara semuanya, gangguan kesehatan yang paling umum terjadi pada anak adalah batuk pilek. Untuk gangguan yang lebih parah, batuk pilek pada anak sering diikuti sesak napas. Ternyata itu bukan gejala biasa yang bisa disepelekan. Keluhan tersebut harus diketahui penyebabnya dan segera dicari solusinya.

Anak mengalami batuk pilek memang hal yang lumrah. Namun akan menjadi masalah yang lebih serius jika gangguan kesehatan tersebut terjadi dalam waktu yang lama. Terlebih jika sudah dilakukan beberapa langkah penyembuhan seperti meminum obat namun tidak ada perkembangan yang signifikan. Penyakit yang berbahaya bisa saja terdeteksi dari gejala ringan yang hanya dianggap masalah biasa dan wajar.

Sebetulnya tidak semua batuk harus diobati, terutama batuk yang disebabkan karena virus. Batuk jenis tersebut bisa sembuh dengan sendirinya. Tapi tetap saja ada jenis batuk yang perlu mendapat perhatian lebih. Salah satu contohnya batuk batuk pilek napas cepat pada anak yang biasanya dideteksi sebagai pneumonia. Diketahui bahwa penyakit ini menjangkit sebanyak 5,9 juta balita Indonesia pada tahun 2015. Angka tersebut termasuk angka tinggi di dunia.

Dengan angka tersebut, Indonesia masuk di antara 10 negara dengan angka penderita pneumonia anak tertinggi di dunia. Sebesar 98% penyakit pneumonia menyerang anak-anak di negara miskin dan berkembang. Ada fakta lain yang menunjukkan bahwa pneumonia merupakan penyebab kematian tertinggi pada anak saat ini. Fakta mengejutkan lainnya menyatakan bahwa setiap 20 detik, satu anak kehilangan nyawa akibat penyakit tersebut.

Meskipun Indonesia tergolong sebagai negara dengan penderita pneumonia tertinggi di dunia, bukan berarti tidak ada upaya yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Beberapa hal bisa dilakukan sebagai usaha menghindari penyakit yang memperlihatkan gejala batuk pilek napas cepat pada anak ini, termasuk melakukan program yang telah dicanangkan oleh WHO dan UNICEF. Tetapi sebelum memperkaya diri tentang pengetahuan akan pencegahan pneumonia, lebih baik kenali dulu penyebab dan gejalanya.

Penyebab Pneumonia

Sebelum membahas lebih lanjut tentang penyebab pneumonia, terlebih dulu pahami cara kerja organ paru-paru dalam sistem pernapasan. Pada sistem pernapasan yang sehat, oksigen yang dihirup masuk ke tabung pernapasan. Melalui alveolus, oksigen kemudian masuk ke dalam darah. Alveoli merupakan kantung udara kecil yang berada dalam kapiler alias pembuluh darah kecil. Alveoli berjumlah sebanyak kurang lebih 600 juta dalam satu sistem pernapasan.

Saat oksigen telah mencapai alveoli, darah akan menyerap oksigen tersebut. Sel darah merah kemudian akan mendistribusikan oksigen pada seluruh tubuh. Oksigen sangat berguna bagi tubuh agar semua organ bisa berfungsi dengan baik. Sementara semua proses panjang itu tidak akan berjalan lancar jika terjadi gangguan di alveolus yang terkena infeksi. Cairan yang merupakan hasil dari infeksi itu kemudian menghalangi paru-paru untuk mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Sehingga terjadilah batuk pilek napas cepat pada anak.

Batuk dan pilek dalam kadar yang parah menjadi penyebab utama pneumonia. Bakteri dan virus dari batuk pilek akan sangat mudah menembus paru-paru. Penyakit pneumonia bisa terjadi pada semua usia. Akan tetapi pada anak, penyakit ini lebih mudah menyerang karena daya tahan anak yang masih rendah. Selain itu anak atau balita juga masih mengalami kesulitan dalam mengatur napas sehingga yang terjadi adalah sesak dan sulit napas.

Gejala Pneumonia pada Anak

Banyak orangtua yang terlambat mengetahui atau bahkan tidak menyadari bahwa anaknya terjangkit penyakit pneumonia. Pasalnya gejala batuk pilek napas cepat pada anak terlihat seperti masalah kesehatan biasa. Banyak yang menganggap batuk pilek pada anak akan segera reda dengan sendirinya dengan obat seadanya. Tidak heran kalau banyak kasus kematian akibat tidak tanggapnya orangtua terhadap gejala penyakit ini.

Gejala awal pneumonia yang disebabkan bakteri berupa batuk pilek napas cepat pada anak. Batuk yang dialami anak biasanya disertai dahak kental dengan warna kehijauan atau kekuningan. Bahkan tidak jarang dahak yang keluar juga bercampur darah. Selanjutnya, biasanya anak akan mengalami kenaikan suhu tubuh atau demam yang cukup tinggi. Anak juga umumnya mengalami sesak napas, napas lebih pendek hingga sakit dada.

Selanjutnya, anak penderita pneumonia akan terlihat lemas dan lesu. Semakin lama, nafsu makan semakin menurun disertai dengan berkurangnya berat badan secara drastis. Dengan keluhan ini, anak akan malas beraktivitas. Batuk pilek napas cepat pada anak kemudian juga bisa menyebabkan bibir dan kuku yang membiru. Pada beberapa kasus, anak akan berkeringat lebih banyak meski tubuhnya sedang demam.

Pencegahan dan Penyembuhan Pneumonia

Meski berawal dari gejala batuk pilek napas cepat pada anak yang ringan, penyakit pneumonia menjadi ancaman serius bagi keselamatan terutama pada balita dan anak. Maka dari itu sangat penting untuk melakukan upaya pencegahan sejak dini. Sedangkan pada anak atau balita yang sudah terlanjur terkena pneumonia, beberapa pengobatan bisa dilakukan. Banyak juga penderita pneumonia yang dinyatakan sembuh setelah banyak proses penyembuhan dilalui.

Untuk pencegahan penyakit dengan gejala batuk pilek napas cepat pada anak ini, perlu dilakukan vaksin. Mulai usia 2 bulan, vaksin pencegah pneumonia bisa diberikan. Pneumonia bukan penyakit menular namun mikroorganisme penyebabnya bisa menyebar dengan mudah dan cepat. Jadi untuk mencegahnya, sebaiknya anak dijauhkan dari penderita batuk pilek. Orangtua juga harus sadar akan pentingnya menjaga kebersihan tak terkecuali rajin cuci tangan.

Pada upaya diagnosis, keluhan awal bisa dideteksi dari ritme bernapasnya. Orangtua harus bisa menghitung jumlah napas dalam kurun waktu tertentu serta bertanya pada anak tentang apa yang dirasakan tubuhnya. Dokter akan memeriksa melalui X-Ray untuk melihat apakah ada cairan pada paru-paru atau tidak. Jika benar-benar ada, akan terlihat spot putih pada hasil foto X-Ray. Dokter biasanya akan memberikan antibiotik, obat penurun panas atau pengencer dahak.

Batuk pilek napas cepat pada anak ternyata bukan masalah ringan jika itu terjadi dalam waktu yang lama. Masalah bisa semakin berat jika terjadi keluhan lain seperti asma. Orang Tua harusnya lebih tanggap ketika anak memperlihatkan gejala di atas dan segera membawa anak ke dokter untuk mendapat diagnosis dan penanganan yang lebih tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *