Penyebab Batuk Sampai Muntah pada Anak  – Sudah hal biasa jika anak-anak mengalami batuk atau pilek. Tak jarang batuk dan pilek pada anak juga disertai panas. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Sedangkan tak sedikit juga anak-anak yang mengalami batuk hingga muntah. Kondisi ini sudah pasti menimbulkan kekhawatiran pada orang sekitar. Pasti banyak juga orang tua yang penasaran tentang apa penyebab keluhan di atas.

Anak yang mengalami batuk hingga muntah untuk pertama kalinya mungkin masih terlihat wajar. Bisa jadi penyebabnya karena tersedak makanan. Namun jika terjadi berulang-ulang ditambah tidak ada makanan yang menghambat tenggorokannya, bisa jadi itu adalah tanda gangguan kesehatan. Orangtua harus siaga ketika kondisi tersebut terjadi dan segera mungkin harus mencari penyebab untuk menentukan solusinya.

Penyebab Batuk sampai Muntah

Penyebab batuk sampai muntah pada anak sangat beragam. Kemungkinan yang paling umum terjadi adalah mabuk perjalanan atau pemakaian baju dan celana yang terlalu ketat. Penyebab tersebut merupakan faktor dari luar tubuh. Sementara ada juga penyebab anak batuk hingga muntah yang berasal dari dalam tubuh. Misalnya saja adanya peningkatan rongga perut karena batuk. Masalah ini sering dialami anak di atas usia 1 tahun.

Hal sepele juga bisa jadi penyebab keluhan batuk sampai muntah pada anak. Misalnya saja anak balita yang baru saja beraktivitas terlalu lelah. Berlari-larian, tertawa berlebihan hingga makan terburu-buru sangat mungkin menyebabkan batuk sampai muntah. Kontraksi diafragma dan otot perut yang sangat kuat saat batuk, bisa mendorong mulut untuk memuntahkan isi perut. Keadaan semacam ini tidak selalu menandakan gangguan kesehatan yang serius.

Sebab lain yang mengakibatkan batuk hingga muntah adalah alergi. Umumnya ini dialami bayi yang mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI untuk pertama kali. Karena makanan yang dikonsumsi termasuk jenis baru, maka besar kemungkinan si bayi mengalami alergi. Meski kondisi ini tidak terjadi pada semua bayi, tapi ada baiknya melakukan tes alergi sebelum memberikan makanan jenis baru pada bayi.

Selanjutnya, batuk sampai muntah pada anak bisa diakibatkan infeksi. Ada banyak jenis infeksi. Pertama, anak mungkin mengalami infeksi virus yang biasanya terlihat dari gejala flu seperti pilek. Infeksi bakteri juga mungkin terjadi hingga muncullah batuk. Kedua keluhan ini termasuk yang paling sering dialami anak. Jika batuk begitu parah, maka sangat mungkin anak bisa muntah.

Jenis infeksi lain yang bisa menyebabkan batuk sekaligus muntah adalah infeksi saluran pencernaan. Infeksi saluran pencernaan juga bisa disebabkan bakteri atau kuman. Pada kasus lain, infeksi ini bisa mengakibatkan anak diare. Masih soal pencernaan, anak bisa saja mengalami muntah karena terpapar racun dari makanan yang dikonsumsinya. Gangguan ini juga sering dialami bayi yang mulai senang memasukkan benda apa saja ke mulutnya.

Kategori Batuk dan Muntah pada Anak

Masalah batuk sampai muntah pada anak bisa dikategorikan pada dua jenis. Kategori pertama yaitu batuk sampai muntah yang masih tergolong normal. Pada kondisi ini, anak masih mau makan dan minum, anak tidak rewel serta masih aktif bergerak. Keluhan pada batas normal juga terjadi kurang dari 24 jam. Kategori aman ditandai dengan cairan yang dimuntahkan tidak berwarna dan tidak bercampur dengan darah.

Kategori kedua yaitu kondisi yang perlu diwaspadai. Pada tahap ini, anak akan terlihat lemah dan lesu. Aktivitasnya menurun drastis yang diiringi menurunnya nafsu makan. Anak umumnya juga akan rewel dan sering menangis. Tanda yang bisa dilihat dari fisiknya berupa bibir kering dan kulitnya tampak pucat. Anak juga memperlihatkan tanda-tanda kekurangan cairan dengan sedikitnya air seni yang dikeluarkan dan menangis tanpa mengeluarkan air mata.

Pada kondisi normal atau aman, orangtua perlu terus mendampingi anak dan melihat perkembangannya. Orangtua juga harus teliti memperhatikan asupan cairan agar anak tidak dehidrasi. Sedangkan pada kondisi batuk sampai muntah pada anak yang berbahaya, orangtua seharusnya langsung membawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan. Apabila dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan itu menjadi tanda awal penyakit berbahaya pada anak.

Pencegahan dan Pengobatan

Sebagai pertolongan pertama, anak yang batuk disertai muntah bisa diatasi dengan memberikan cairan yang cukup. Apabila anak masih mengonsumsi air susu ibu (ASI), sebaiknya berikan ASI dalam jumlah yang lebih banyak dan lebih sering. ASI berguna untuk mengganti cairan yang keluar akibat muntah. Sambil terus dipantau perkembangannya, pastikan orangtua langsung sigap jika terjadi kenaikan suhu tubuh pada anak alias demam.

Jika anak sudah bisa mengonsumsi makanan dan jenis minuman lain, berikan air putih yang lebih banyak. Batuk sampai muntah pada anak sudah pasti akan membuatnya kehilangan banyak cairan apalagi muntah terjadi sangat sering. Orangtua harus terus melihat perubahan pada anak. Apabila fisiknya mulai lemah dan lesu, segera bawa anak ke dokter. Sebab bisa jadi anak sudah benar-benar kehabisan cairan atau sedang mengalami penurunan kemampuan pada organ geraknya.

Setelah anak muntah, tenangkan anak agar tidak menangis. Karena dengan menangis, batuk mungkin akan kembali terjadi dan muntah tak bisa terhindarkan. Jauhkan anak-anak dari apapun yang bisa memicu alergi pada saat itu. Sebaiknya posisikan anak dalam kondisi miring untuk menghindari aspirasi. Pertolongan awal juga bisa dilakukan dengan memberikan minum air putih bersuhu hangat.

Saat menemui dokter, orangtua harusnya mencari tahu lebih banyak tentang jenis batuk yang dialami anak. Orangtua harus minta penjelasan pada dokter apakah batuk sampai muntah pada anak tergolong batuk biasa atau batuk berbahaya. Memang dokter akan memberikan obat untuk meredakan keluhan tersebut. Tapi jika orangtua mengetahui jenis batuknya, orangtua bisa melakukan upaya lain untuk membantu kerja obat dalam proses penyembuhan.

Meskipun ada langkah pengobatan yang terpercaya dari dokter, tetap lebih bagus melakukan upaya pencegahan. Orangtua bisa mencegah batuk sampai muntah pada anak. Caranya bisa dengan memperhatikan kebersihan lingkungan. Pastikan semua makanan telah bersih sebelum dikonsumsi. Sangat penting juga untuk mengajari anak agar rajin cuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas.

Batuk sampai muntah pada anak bisa sangat mengkhawatirkan. Namun sebelum terlalu panik, kenali dulu penyebabnya. Setelah tahu jenis batuknya, konsultasikan pada dokter langkah pengobatan yang bisa ditempuh. Tetap ada cara untuk mencegah agar hal buruk tersebut tidak sampai terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *