Apakah Anda baru saja membeli rumah bekas? Maka Anda wajib melakukan Balik Nama Sertifikat Rumah. Artikel ini akan membantu Anda untuk memahami apa itu Balik Nama Sertifikat Rumah serta perkiraan rincian biaya yang Anda perlukan. Balik nama sertifikat rumah merupakan proses perpindahan kepemilikan properti, dalam hal ini rumah dari pemilik yang lama kepada pemilik baru. Hal ini biasanya terjadi ketika seseorang hendak membeli rumah bekas.

Balik nama sertifikat rumah sangatlah penting sebab dapat memperkuat status kepemilikan properti tersebut di mata hukum, sehingga rumah tersebut memang penjadi properti pribadi Anda sendiri. Sayangnya masih banyak pihak yang tidak ingin mengikuti prosedur ini karena dianggap terlalu ribet dan mengeluarkan biaya yang cukup besar, padahal ini demi masa depan si pemilik properti baru yang akan mendapatkan keuntungan berbentuk perlindungan hukum yang lebih pasti.

Kasus yang paling sering terjadi adalah ketika sang empunya rumah ingin mewarisi rumah pada anaknya, namun terbentur masalah hukum sebab Sertifikat Hak Milik masih dimiliki oleh pemilik lama. Bisa saja sewaktu-waktu si pemilik lama mengklaim kembali kepemilikan rumah yang padahal sudah Anda beli.

Oleh sebab itu, selain rumah bekas, prosedur Balik Nama Sertifikat Rumah juga harus dilakukan ketika Anda menerima properti berupa rumah warisan agar tidak terjadi permasalahan keluarga dan dan rumah hibah, lagi-lagi tentunya agar status kepemilikan Anda atas properti tersebut semakin kuat.

Apabila Balik Nama Sertifikat Rumah tidak segera dilakukan, maka otomatis Sertifikat Hak Milik (SHM) masih menjadi pemilik rumah yang lama dan bisa saja bersengketa sebab SHM berlaku tanpa adanya batasan waktu tertentu, karena itulah proses Balik Nama Sertifikat Rumah sangatlah vital agar kita tidak bermasalah di hadapan hukum suatu saat nanti.

Sebelum memasuki rincian biaya Balik Nama Sertifikat Rumah, ada baiknya kita untuk memahami prosedurnya terlebih dahulu dengan langkah-langkah sebagai berikut:

Menandatangani Akta Jual Beli

Proses balik nama haruslah diawali dengan ditandatanganinya Akta Jual Beli (AJB). Penandatanganan dilakukan oleh empat pihak yaitu penjual, pembeli, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), dan juga saksi.

PPh, BPHTB dan PBB Sudah Lunas

Jika langkah pertama sudah selesai, maka di langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah pelunasan Pajak Penghasilan (PPh) serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) oleh pihak penjual dan pihak pembeli harus melunasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Jika prosedur ini sudah dilengkapi, maka proses untuk balik nama bisa dilanjutkan ke langkah selanjutnya.

Biaya Akta Jual Beli dan Bea Balik Nama Harus Dilunasi

Biaya akta jual beli dan bea balik nama haruslah dilunasi oleh pihak penjual dan pembeli kepada PPAT yang bersangkutan. Ada baiknya rincian biaya tersebut dilunasi di muka supaya saat proses balik nama sudah selesai pihak pembeli hanya perlu mengambil sertifikat tanpa biaya tambahan lagi, jadi hal ini diperlukan untuk praktikalitas bagi semua pihak.

Kantor PPAT Akan Mengurus ke BPN

Selanjutnya kantor PPAT akan membantu mengurus balik nama Anda ke Badan Pertanahan Negara (BPN) terdekat dengan lokasi tempat tinggal Anda. Beberapa berkas yang diikutsertakan adalah sertifikat asli, akta jual beli, fotokopi KTP dari pihak penjual dan pembeli, bukti pelunasan PPh dan bukti pelunasan BPHTB.

Menunggu Proses

Untuk balik nama biasanya dapat memakan waktu mulai dari 14 hari sampai 2 bulan, atau menunggu informasi langsung dari pihak BPN untuk mendapatkan sertifikat tanah yang baru dan sudah resmi menjadi milik Anda pribadi.

Selain dengan bantuan PPAT kita juga dapat mengurus balik nama sendirian selama semua berkas seperti yang telah disebutkan di atas sudah lengkap semua dan dibawa ke BPN. Berkas Anda kemudian akan dicocokkan. Setelah disetujui maka Anda dapat mendaftarkan balik nama di loket pembayaran. Petugas BPN nantinya akan mencoret nama penjual dari sertifikat kepemilikan yang lama dengan nama pembeli alias pemilik yang baru. Sama seperti proses dengan PPAT, Anda hanya perlu menunggu selama kurun waktu paling tidak 2 bulan agar dapat mengambil sertifikat yang baru.

Nah setelah memahami prosedur balik nama, seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya kita akan membahas biaya balik nama sertifikat rumah.

Biaya Pemeriksaan Keaslian Sertifikat

Sertifikat Hak Milik penjual haruslah diperiksa terlebih dahulu oleh BPN setempat. Dilansir dari berbagai sumber, proses ini dapat memakan biaya sekitar Rp25.000,00 – Rp100.000,00.

Pajak Penjual dan Pembeli

Seperti yang sudah ditulis sebelumnya dalam prosedur balik nama, kedua belah pihak perlu melakukan pembayaran pajak. Penjual harus membayar PPh final sebesar 5% x harga jual beli seperti yang sudah tercantum di AJB. Pihak pembeli juga diharuskan membayar BPHTB sebesar 5% x Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang bisa berbeda di tiap daerah.

Biaya Pengurusan

Untuk biaya kepengurusan, kita akan sangat terbantu dengan adanya jasa notaris atau PPAT. Normalnya, harga yang diminta berada pada kisaran 0,5% hingga 1% dari total harga pembelian rumah. Meski demikian, biaya ini sudah termasuk Balik Nama dan Akta Jual Beli. Jadi, misalnya Anda membeli rumah seharga Rp500.000.000,00 maka uang yang perlu Anda berikan untuk jasa notaris atau PPAT Anda adalah sebesar Rp2.500.000,00 – Rp5.000.000,00. Proses kurang lebih memakan waktu hingga satu bulan. Untuk pembagian pengeluaran bisa dibagi dua antara kedua pihak atau bisa pula melalui jumlah yang telah disepakati.

Balik nama jika dilakukan sendiri memang akan lebih murah dan tergantung Nilai Jual Objek Pajak tanah yang ada ditambah biaya administrasi sebesar Rp50.000,00 di kantor BPN. Misalnya nilai NJOP tanah adalah sebesar Rp5000,00 maka Anda harus membayar biaya sebesar Rp55.000,00.

Meski lebih murah, tidak ada salahnya untuk meminta bantuan PPAT, terlebih lagi jika Anda termasuk orang yang sibuk dengan jadwal yang padat sehingga tidak sempat pergi ke kantor BPN. Jadi, jangan takut meminta bantuan jasa PPAT, tentunya harus PPAT yang sudah direkomendasikan agar bisa membantu Anda secara profesional dalam membuat rincian biaya Balik Nama Sertifikat Rumah untuk Anda.

Adanya bantuan PPAT tentunya akan membuat proses menjadi jauh lebih mudah dan praktis, tidak hanya bagi Anda namun juga bagi pihak penjual. Konsultasi dan saran dari pihak PPAT juga dapat menghindari Anda dari konflik-konflik pertanahan yang bisa saja terjadi di kemudian hari, karena sebagai awam terkadang kita masih memiliki keterbatasan ilmu.

Demikianlah pembahasan kami mengenai Biaya Balik Nama Sertifikat Rumah. Meski terkesan ribet dan membuat kita mengeluarkan uang lebih, ada baiknya untuk segera dilakukan ketika Anda memutuskan untuk membeli rumah bekas atau warisan dan hibah, sebab perlindungan secara perdata sangat menjamin kepemilikan properti di tangan Anda.

Apabila Anda masih memerlukan informasi lebih lanjut mengenai biaya Balik Nama Sertifikat Rumah, ada baiknya bagi Anda untuk segera menghubungi notaris, PPAT atau BPN agar bisa dikonsultasikan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *