Bagi Anda yang saat ini berkecimpung dalam dunia pekerjaan tentu tidak asing kan dengan Jamsostek atau yang saat ini  disebut dengan BPKS Ketenagakerjaan? Ya Jamsostek merupakan  suatu program perlindungan bagi tenaga kerja untuk mengantisispasi resiko sosial ekonomi tertentu atau asuransi sosial dari lembaga negara.

Nah, dengan adanya jamsostek tersebut, maka akan memiliki manfaat yaitu melindungi pekerja dengan berbagai jaminan yang ditawarkan. Jaminan yang ditawarkan tersebut diantaranya yaitu jaminan masa depan untuk para pekerja di Indonesia yaitu Jaminan Hati Tua (JHT), Pencairan Jamsostek bisa juga  Anda lakukan bila sudah mengundurkan diri dari pekerjaan (resign), , mengalami PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) ataupun ketika saat ini Anda masih bekerja di suatu perusahaan.

Untuk melakukan pengklaiman atau Pencairan Jamsostek tersebut tidaklah susah lho. Saat ini untuk melakukan klaim  Jamsostek tersebut dapat dilakukan Pencairan Jamsostek Online yaitu melalui layanan e-klaim. Pencairan jamsostek secara online tersebut tentu saja lebih efisien daripada Anda harus antri panjang untuk pengajuan klaim.

Nah dengan adanya pencairan jamsostek online ini maka Anda akan lebih menghemat waktu dan biaya. Namun sebelum Anda melkaukan klaim Jamsostek tersebut,maka pastikan dulu Anda sudah memenuhi persyaratan serta mengetahui persyaratan dan prosedur serta ketentuan untuk cara melakukan pencairan jamsostek tersebut ya.  Nah, berikut kami jabarkan tentang persyaratan Pencairan jamsostek online. Simak ya!

Syarat Melakukan Pencairan  Jamsostek Online

Untuk melakukan pencairan Jamsostek secara online ada beberap persyaratan yang harus Anda peenuhi. Diantaranya yaitu bagi Anda pekerja yang saat ini masih bekerja, maka pencairan jamsostek online tersebut bisa Anda cairkan sebesar 10% dan 30%  dengan syarat Anda sudah bergabung dengan suatu perusahaan menginjak 10 tahun.  Untuk melakukan pencairan jamsostek tersebut maka Anda hanya boleh memilih  salah satu pencairan yaitu 10% atau 30% saja ya.

Apabila Anda mellaukan pencairan 10% yaitu untuk dana  persiapan pensiun dan 30% untuk biaya perumahan.  Dalam pencairan jamsostek tersebut, apabila Anda sudah melakukan salah satu pencairan 10% atau 30%, Anda pun dapat melakukan 100% pencairan namun pencairan ini dapat Anda lakukan jika Anda sudah tidak berkerja lagi atau sudah melukan resign atau di-PHK.

Nah, bagi Anda yang melakukan pencairan Jamsostek Online sebesar 10% ataupun 30% maka Anda harus bersiap dengan pemberlakuan pajak progresif yang harus ditanggung.  Pemberlakuan pajak progresif pada pencairan jamsostek 5% hingga 30% . pemberlakukan pajak tersebut diantaranya yaitu apabila  saldo JaminanHAri Tua (JHT) Anda di bawah Rp. 50 juta, maka akan dikenakan biaya sebesar 5%.

Beda lagi jika Anda memiliki saldo JHT sekitar Rp50 juta sampai Rp250 juta, maka tarif pajaknya lebih besar yakni 15%. Sedangkan bila saldo JHT  yang Anda miliki antara Rp250 juta sampai Rp500 juta maka pajaknya yaitu sebesar 25%. Apabila Anda memiliki saldo JHT yaitu mencapai lebih dari setengah milyar, maka tarif pajaknya pun juga semakin besar yaitu 30%. Namun jika Anda tidak pernah melakukan pencairan jamsostek meskipun Anda telah bekerja mencapai 10 tahun,saat pencairan dana Anda akan dikenakan pajak sebesar 5%.

Bagi Anda yang sudah tidak bekerja misalnya yaitu resign atau di PHK maka   Pencairan jamsostek online tersebut dapat Anda lakukan apabila sudah 1 bulan tidak bekerja  dan kepersetaan kartu jamsostek atau BPJSTK Anda sdag nnaktif.  Untuk penonaktifan kartu tersebut dilakukan ketika HRD

sudah membayarkan iuran terakhir dan sudah melakukan pelaporan ke pihak kantor cabang BPJSTK yang terdaftar. Adapun untuk melakukan pencairan jamsostek online atau JHT tersebut maka Anda perlu menyiapkan dokumen persyaratan yang diperlukan. Dokumen persyaratan  tersebut pada dasarnya hampir sama antara pekerja yang masih bekerja maupun pekerja yang sudah tidak bekerja.  Persyaratan tersebut diantaranya yaitu:

  • Fotokopi kartu BPJS Ketenagakerjaan beserta kartu yang asli
  • Fotokopi KTP atau paspor beserta menunjukkan wujud aslinya
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) beserta yang aslinya.
  • Pastikan data KTP dan KK sama. Bila kedua data pada KK dan KTP berbeda maka kamu harus membuat surat keterangan koreksi kesalahan dari kelurahan setempat terlebih dahulu.
  • Fotokopi Buku Rekening

Adapun dokumen persyaratan tambahan yang perlu Anda persiapkan bagi Anda yang masih berstatus sebagai pekerja diantaranya adalah  Surat keterangan masih aktif bekerja di perusahaandan Dokumen yang menyangkut perumahan (untuk klaim yang 30%).

Sedangkan Bagi yang sudah tidak bekerja, baik resign maupun di-PHK,apabila Anda ingin melakukan pencairan jamsostek online maka dokumen persyaratan yang perlu Anda siapkan adalah surat keterangan pengunduran diri atau surat keterangan sudah tidak bekerja. Syarat tersebut apabila perusahaan tidak memberikan surat keterangan pengunduran diri dengan alasan perusahaan sudah tutup misalnya, maka Anda bisa membuat surat pernyataan diatas materai dengan Anda menyantumkan keterangan yaitu Anda sudah berhenti bekerja, sertakan pula tanggal Anda masuk dan berhenti bekerja, menyatakan perusahaan tempat bekerja kamu sudah tutup, dan menyatakan kamu belum mengajukan klaim JHT atau BPJS Ketenagakerjaan.

Cara Mencairkan Jamsostek  Online

Untuk melakukan pencairan jamsostek atau  saldo BPJS Ketenagakerjaan (JHT) bisa dilakukan dengan  cara dengan eKlaim JHT. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Untuk melakukan pencairan jamsostek online tersebut pastikan Anda sudah membuat akun BPJS ketenagakerjaan terlebih dahulu ya. nah, jika Anda belum mebuat akunya maka Anda bisa mengunjungi website https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/registrasi.bpjs untuk membuat akun BPJS.
  2. Setelah Anda sudah berhasil mengaktifkan akun jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan Anda, maka setelah itu Anda bisa login melalui https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/login.bpjs
  3. Nah setelah akun Anda aktif, maka Anda perlu  klik tab “KLAIM SALDO JHT”,  kemudian pilih pengajuan klaim dan pilih jenis klaim. Jenis klaim yang bisa Anda pilih diantaranya yaitu Mencapai Usia Pensiun, Mengundurkan Diri, Pemutusan Hubungan Kerja, dan yang lainnya.
  4. Jika proses tersebut sudah Anda lakukan dengan benar dan berhaasil,selanjutnya Anda diwajibkan untuk memilih kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan. Anda bisa memilih kantor cabang manapun untuk melakukan pencairan. Selanjutnya Anda menuliskan nama pemilik rekening, nama bank, dan nomor rekening.
  5. Untuk melakukan pencairan jamsostek online tersebut Anda perlu mengunggah semua dokumen persyaratan yang diminta seperti syarat dokumen yang telah kami sebutkan diatas ya.
  6. Nah, setelah semua dokumen yang dibutuhkan sudah berhasil Anda unggah atau di upload maka selanjutnya  maka klik SIMPAN.  Jika dokumen sudah berhasil Anda upload, maka setelah itu Anda akan mendapatkan email tentang status klaim online Anda. Setelah itu, Anda perlu menunggu email balasan perihal pengajuan kalim jamsostek Anda tadi.
  7. Langkah selanjutnya ketika Anda sudah menerima email balasan mengenai undangan ke kantor cabang pencairan yang Anda pilih,maka Anda bisa langsung mencetak F5 (formulir pengajuan klaim jaminan hari tua) dan silahkan Anda datang ke kantor cabang tersebut di hari yang tertera di email.

Ketika Anda datang ke kantor cabang, jangan lupa untuk membawa semua dokumen asli beserta fotokopinya masing-masing 1 lembar.  Perlu Anda ketahui, masa berlaku untuk e-klaim pencairan jamsostek tersebut yaitu paling lama yaitu 7 hari dari tanggal undangan yang tercantum di email tersebut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *