Dalam artikel ini akan dijelaskan bagaimana syarat mencairkan jamsostek, namun sebelum membahas syarat mencairkan jamsostek kita bahas dulu mengenai apa itu jamsostek Jamsostek sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, jaminan sosial tenaga kerja atau Jamsostek adalah program untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja yang berupa asuransi. Jamsostek sendiri ada karena awalnya terjadi kecelakaan tenaga kerja dalam bekerja dan saat itu belum ada jaminan sosial perihal kecelakaan tenaga kerja dalam bekerja.

Jamsostek memberikan jaminan terhadap tenaga kerja, untuk menjamin resiko – resiko sosial yang terjadi saat bekerja. Pengguna jamsostek mendapat hak yaitu memperoleh pelayanan medis dan santunan tunai sedangkan kewajiban nya adalah membayar iuran perbulan yang sudah ditetapkan. Program jamsostek diatur dalam undang – undang no 3 tahun 1992 tentang jaminan sosial tenaga kerja, dan pelaksanaannya dituangkan di dalam peraturan pemerintah No. 14  tahun 1993, peraturan menteri tenaga kerja No. Per.05/MEN/1993 dan keputusan presiden No 22 tahun 1993.. Terdapat juga beberapa jenis – jenis program jamsostek antara lain

Jaminan Kecelakaan Kerja

Jaminan kecelakaan kerja diberikan saat tenaga kerja mengalami kecelakaan di tempat pekerjaan dalam posisi bekerja atau saat perjalanan di tempat kerja atau pulang dari bekerja.

Jaminan Hari Tua

Jaminan hari tua diberikan saat tenaga kerja sudah berumur 55 tahun, yang mana biaya nya didapat dari iuran yang ditanggung oleh pengusaha dan tenaga kerja

Jaminan Kematian

Jaminan kematian diberikan kepada keluarga dari tenaga kerja yang menjadi ahli waris tenaga kerja tersebut. Dan diberikan kepada tenaga kerja yang meninggal bukan karena kecelakaan dalam bekerja.

Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan

Program ini diberikan kepada tenaga kerja dengan maksimum 3 orang anak.

Sangat menguntungkan apabila tenaga kerja mempunyai jamsostek karena mereka akan dijamin oleh jamsostek apabila ada kecelakaan dalam bekerja maupun saat mereka sudah tidak bekerja mereka akan mendapat jaminan hari tua maupun jaminan kematian. Jika tenaga kerja mengalami kecelakaan dalam bekerja semua biaya nya sudah ditanggung oleh jamsostek jadi tenaga kerja tidak perlu lagi membayar biaya untuk pembiayaan kecelakaan.

Dan jika tenaga kerja sudah tua maka akan diberikan juga jaminan hari tua yang akan menambah penghasilan dari tenaga kerja. Jika tenaga kerja sudah meninggal dunia maka keluarga yang ditinggalkan atau ahli waris juga akan mendapat jaminan biaya dari jamsostek. Dengan ada nya jamsostek akan memberikan rasa aman kepada tenaga kerja karena tenaga kerja telah mendapat jaminan.

Sejak 1 Januari 2014 Jamsostek telah berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan. BPJS ketenagakerjaan sendiri adalah program dari pemerintah dalam kesatuan kesehatan nasional. Jamsostek sendiri ada karena untuk menjamin kesehatan tenaga kerja dan jaminan hari tua. PT jamsostek juga memenuhi keperluan dan memberikan perlindungan kepada tenaga kerja sehingga pekerja terjamin dalam segala aspek.

Menyadari besar tanggung jawab Jamsostek, jamsostek terus mengembanggkan program nya sehingga manfaat nya bisa dinikmati oleh tenaga kerja. Pekerja juga tidak perlu rugi atau khawatir perihal dana jamsostek bisa cair atau tidak karena jamsostek sendiri sudah menjamin apabila tenaga kerja memenuhi kewajiban dengan membayar iuran per bulan maka dana akan bisa dicairkan tepat pada waktunnya sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Kini dengan berlakunnya program jamsostek memberikan konstribusi penting yaitu meningkatkan kebutuhan ekonomi tenaga kerja indonesia.

Visi jamsostek yaitu “menjadi badan penyelenggara jaminan sosial berkelas dunia, terpercaya, bersahabat dan unggul dalam operasional dan pelayanan”. Misi dari jamsostek yaitu“ sebagai badan penyelenggara jaminan sosial tenaga kerja yang memenuhi perlindungan dasar bagi tenaga kerja serta menjadi mitra terpercaya bagi tenaga kerja, pengusaha, dan negara”. Motto dari jamsostek / BPJS Ketenagakerjaan adalah menjadi jembatan menuju kesejahteraan pekerja.

Setelah kita mengetahui sekilas tentang Jamsostek / BPJS Ketenagakerjaan kini kita akan mengupas bagaimana syarat mencairkan jamsostek. Menurut pemerintah saldo daripada Jaminan Hari Tua (JHT) dari jamsostek / BPJS Ketenagakerjaan bisa diambil mulai dari 10%, 30% sampai dengan 100% tanpa diharuskan menunggu tenaga kerja berumur 56 Tahun hal ini terdapat dalam peraturan pemerintah (PP) No 46 tahun 2015. Ini merupakan kabar gembira bagi para tenaga kerja yang membutuhkan dana jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan sebelum berumur 56 tahun. Berikut ini adalah ketentuan syarat mencairkan jamsostek Jaminan Hari Tua (JHT) dari jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan:

  1. Dengan adanya peraturan pemerintah no 60  tahun 2015 yang berlaku sejak 1 September 2015 pencairan dana BPJS hanya bisa dilakukan oleh tenaga kerja yang masih bekerja/kondisi bekerja, dengan syarat usia kepesertaan sudah menginjak 10 tahun, pencairan harus memilih antara 10% atau 30%, 10% untuk biaya persiapan pensiun tenaga kerja dari bekerja dan 30% untuk digunakan biaya perumahan.
  2. Setelah memilih mencairkan dana 10% atau 30% kemudian dapat mecairkan dana sebesar 100% apabila peserta sudah tidak bekerja lagi.
  3. Setelah menunggu 1 bulan keluar dari pekerjaan dana bisa dicairkan sebesar 100% bagi peserta tenaga kerja yang sudah tidak bekerja lagi atau memilih keluar dari pekerjaan.
  4. Pencairan dana BPJS juga tidak bisa sembarang dilakukan oleh peserta tenaga kerja melainkan harus menggunakan surat paklaring dari perusaahan tempat dimana peserta bekerja , dengan tidak adanya paklaring maka dana/saldo dalam jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan tidak bisa dicairkan. Jika perusahaan tempat peserta tenaga kerja tidak bisa memberikan paklaring maka paklaring bisa diminta kepada disnaker.
  5. Pengambilan dana/saldo jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan tidak bisa diwaklikan oleh keluarga ataupun teman dan saudara, apabila peserta tenaga kerja mengalami halangan atau kecacatan maka pengambilan saldo/dana BPJS bisa melalui surat kuasa yang sudah dibuat oleh peserta tenaga kerja.
  6. Jikalau kartu Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan hilang dikarenakan kesalahan dari peserta tenaga kerja, maka untuk mengambil saldo / dana Jamsostek/ BPJS Ketenagakerjaan maka kehilangan kartu BPJS dapat diurus ke kantor polisi, dengan menunjukkan no kartu peserta pada surat keterangan hilang dari pihak kepolisian maka sudah bisa digunakan untuk mengurus kartu Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan yang hilang, dan dapat digunakan untuk mengambil saldo jamsostek/BPJS ketenagakerjaan
  7. Untuk peserta tenaga kerja yang usia kepesertaannya kurang dari 10 tahun tetap bisa mengambil dana/saldo BPJS ketenagakerjaan apabila sudah keluar dan tidak lagi bekerja dengan perusahaan.

Adapun syarat mencairkan jamsostek untuk mencairkan Saldo Jaminan Hari Tua (JHT) 10% adalah :

  1. Fotocopy kartu Jamsostek / BPJS Ketenagakerjaan dengan membawa kartu yang asli
  2. Fotocopy Paspor/KTP peserta Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan dengan membawa dan menunjukkan yang asli
  3. Fotocopy KK dengan membawa dan menunjukkan yang asli
  4. Surat keterangan aktif masih bekerja dalam perusahaan
  5. Buku rekening peserta

Syarat mencairkan Jamsostek / BPJS Ketenagakerjaan 30% yaitu :

  1. Fotocopy kartu Jamsostek / BPJS Ketenagakerjaan dengan membawa kartu yang asli
  2. Fotocopy Paspor/KTP peserta Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan dengan membawa dan menunjukkan yang asli
  3. Fotocopy KK dengan membawa dan menunjukkan yang asli
  4. Surat keterangan aktif masih bekerja dalam perusahaan
  5. Dokumen perumahan peserta
  6. Buku rekening tabungan peserta

Jika kita ingin mencairkan dana/saldo Jaminan Hari Tua sebesar 10% dan 30% maka kita harus siap dengan pajak progresif,

  1. pajak ini dikenakan antara 5% – 30%
  2. jika saldo di bawah 50 juta akan dikenakan 5% apabila saldo antara 50 juta dan 250 juta maka tarif pajak nya 15%.
  3. Jika saldo antara Rp250 Juta sampai Rp500 Juta maka pajak nya 25 %
  4. Jika saldo mencapai diatas setengah milyar maka dikenakan 30%
  5. Namun jika pekerja tidak pernah mencairkan saldo Jamsostek/BPJS ketenagakerjaan meski lebh dari 10 tahun menjadi peserta maka berapapun saldo JHT ketika dicairkan hanya kena pajak 5%.

Ada juga syarat mencairkan Jamsostek/BPJS ketenagakerjaan sebesar 100% yaitu :

  1. Sudah berhenti bekerja di PHK/Resign
  2. Kartu Jamsostek/BPJS
  3. Paklaring
  4. KTP / SIM
  5. KK (Kartu Keluarga)
  6. Buku tabungan untuk pencairan BPJS
  7. Sertakan fotocopy 1 lembar untuk masing – masing dokumen
  8. Pas foto 3 x 4 dan 4 x 6 masing – masing sebanyak 4 rangkap

Jadi sangat gampang bukan? syarat mencairkan jamsostek saldo Jaminan Hari Tua (JHT) dari BPJS Ketenagakerjaan  sudah dijelaskan di atas tentang pengertian BPJS maupun prosedur dan tata cara penggambilan dana/saldo JHT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *